English | Bahasa Indonesia

webmail | sitemap 

content news
PUBLICATION






















Publication

MAJALAH USAHAWAN INDONESIA NO.6 TAHUN XXXVI (only Bahasa version)

Determinants of Bankruptcy Risk and Productive Efficiency of Manufacturing Industries

Viverita

Abstrak
Memperkirakan kebangkrutan semakin menjadi perhatian baik di kalangan akademisi maupun praktisi, dikarenakan sering terjadinya informasi yang asimetri antara lembaga keuangan dan perusahaan sebagai debitor (peminjam), akibat kegagalan pasar seperti credit rationing. Kegagalan ini antara lain dapat diatasi dengan meningkatkan pengawasan untuk meminimumkan terjadinya moral hazard pada perusahaan. Penelitian ini mengajukan sebuah model untuk membantu kreditor atau investor untuk menyeleksi calon peminjam berdasarkan kemungkinann terjadinya kebangkrutan, berdasarkan efisiensi produksinya. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan dari risiko kebangkrutan serta asosiasi antara variabel spesifik perusahaan seperti umur, dan skala (size) dengan risiko kebangkrutan. Dengan mengunakan stochastic frontier approach( SFA), penelitian ini mengevaluasi kinerja efisiensi teknikal dari 125 perusahaan yang listing di BEJ, dengan total 1250 observasi untuk melakukan analisis empirik.Hasil penelitian menunjukkan secara rata-rata, pada sebagian besar sektor industri yang diobservasi, kinerja efisiensinya dipengaruhi oleh tingkat penggunaan hutang (leverage).

Kata Kunci:
frontier approach, efficiency performance, bankruptcy risk

Frontier Approaches to Production Efficiency of Commercial Banks in Indonesia

Zaenal Abidin dan Emilyn Cabanda

Abstrak
Tujuan paper ini untuk mengevaluasi dan membandingkan production efficiency pada 32 bank umum di Indonesia. Metode analisa yang dipakai adalah Data Envelopment Analysis (DEA)–Malmquist, non parametric analysis dan Stochastic Frontier Analysis (SFA), parametric analysis. Berdasarkan analisa DEA bank umum mengalami penurunan produktivitas sebesar 1.3 persen pada periode tahun 1991 sampai dengan tahun 2004. Produtivitas bank umum mengalami penurunan yang sangat siginifikan yaitu sebesar 39 persen pada era krisis keuangan, tepatnya pada periode tahun  1998-1999. Hasil temuan berdasarkan SFA mengindikasikan bahwa besarnya aset bank mempengaruhi tingkat efisiensi suatu bank. Bank domestik yang mempunyai aset besar menunjukan kurang efisien sebaliknya pada bank asing, semakin besar akan semakin efisien. Hasil temuan juga memperlihatkan bahwa bank asing dan bank domestik mengalami tingkat efisien yang lebih baik pada era sesudah krisis keuangan. Walaupun  hubungan korelasi antara hasil ranking DEA dan SFA tidaklah kuat tetapi analisa kedua model frontier tersebut sangat berguna untuk mengevaluasi kinerja efisiensi pada bank umum.

Kata Kunci
bank performance, efficiency, DEA, SFA, Indonesia 
Daftar Isi
Determinants of Bankruptcy Risk and Productive Efficiency of Manufacturing Industries
Viverita.  3

Frontier Approaches to Production Efficiency of Commercial Banks in Indonesia
Zaenal Abidin dan Emilyn Cabanda 9

Realita Filosofi dan Etika  Perusahaan  Jepang
Bob Widyahartono 15

(Neo)liberalisasi Perbankan:Baik atau Buruk?
Bataris Gorat 18

Analisis Experiential Marketing, Emotional Branding, dan Brand Trust terhadap Loyalitas Merek Mentari
Amir Hamzah.  22

Foreign Direct Investment Flow to the People’s Republic of China and the Southeast Asian Countries
Nizam Jim Wiryawan 29

Pengungkapan Wajib dan Sukarela Informasi Laporan Tahunan Perusahaan Publik: Tinjauan atas Karakteristik Komite Audit
Michell Suharli dan Amrullah 44



***


Home  | Contact  |  Sitemap


© 2008 Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia